Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Penampakan UFO di Atas Markas Klub Jerman

Ahmad Fauzi Blog - Otoritas keamanan Jerman mengatakan, pihaknya tengah menginvestigasi penampakan yang diduga UFO (Unidentified Flying Object) pada Selasa 7 Januari 2014. UFO tersebut dilaporkan terbang rendah di atas markas Werder Bremen, Weserstadion.

Otoritas tersebut memperkirakan UFO itu terbang hanya 300 meter di atas Kota Bremen, Jerman. Pesawat yang seringkali dikait-kaitkan dengan keberadaan makhluk ruang angkasa itu tampak terbang cukup lama, hingga akhirnya menghilang.

Seorang jurnalis Jerman yang tak disebutkan namanya sempat merekam UFO yang terbang di atas Werserstadion. Video berdurasi 6 menit 9 detik itu memperlihatkan sebuah benda bercahaya terang yang terbang melayang di atas kota. Benda itu sempat menghilang, kemudian terlihat lagi, lalu kembali lenyap.

Menurut kepolisian setempat, UFO itu mampir ke langit Kota Bremen setidaknya selama tiga jam. Radar bandara setempat juga sempat menangkap gerakan sebuah pesawat tak dikenal, tapi gerakan pesawat itu kemudian menghilang.

“Kami tidak tahu apa itu, tapi yang jelas memang ada sesuatu,” ungkap juru bicara kepolisian Bremen, seperti dilansir 101greatgoals, Kamis 9 Januari 2014.

Beruntung, ketika disambangi UFO, Weserstadion sedang tidak dipakai untuk pertandingan Werder Bremen. Saat ini, kompetisi Bundesliga tengah menjalani libur musim dingin. Bundesliga baru akan kembali dilanjutkan pada 26 Januari 2014, dan Bremen akan menjamu Eintracht Braunschweiger di Weserstadion.

Mau lihat berita menarik lainnya, klik di sini

Minggu, 20 November 2011

Indonesia Akhirnya Meraih Emas di Cabang Biliar

Palembang (UR): Indonesia Ricky Yang mengalahkan rekan senegaranya Irsal Nasution untuk memenangkan 9-kolam acara pria di SEA Games 26 di Palembang pada Sabtu.

Di semifinal, Irsal menang 9-2 dipesan mudah atas itu Vietnam Apakah Kian tersebut, sementara Ricky diposting kejutan 9-3 kemenangan atas acara Fransisco Bustamante favorit Filipina.

Sea Games

Jakarta (UR) - Tim futsal perempuan di Indonesia mengalahkan Filipina 10-2 pada SEA Games 26 di ruang olahraga POPKI di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu.

Rani Mulyasari memimpin gelombang dengan empat gol, sementara Novita Murni Piranti dan Maulina Novryliani menemukan belakang jaring dua kali. Anggi Puspitasari juga mencetak satu untuk tuan rumah.

Tujuan Filipina datang melalui Madu Thomason dan Merian Ronquillo.

Indonesia menyerang dari awal, dengan upaya membayar off melalui gol pertama dari Rani membantu dengan Novita.

Filipina menyamakan kedudukan melalui Thomason dalam satu menit.

Ronquillo mencetak gol karena Indonesia memimpin 3-1 dalam apa yang sampai saat itu adalah pertandingan dekat, tapi itu adalah gol terakhir oleh Filipina.

Pelatih Filipina Sita Xarex memuji pertahanan solid Indonesia.

"Indonesia adalah tim yang lebih baik. Ini dapat diterima bahwa kita hilang karena atlet kami hanya enam bulan untuk mempersiapkan, "katanya.

Pelatih Indonesia Viernes Ricardo Polnaya mengatakan tim tersebut telah belajar dari dua pertandingan sebelumnya di mana mereka mengalami kerugian memalukan ke Thailand (8-0) dan Vietnam (6-0).

"Kami tidak lagi gugup datang ke pertandingan ini," katanya. UR-4

Perolehan Medali Sementara Sea Games

No Country
1INA 152 129 116 397
2THA 95 83 105 283
3VIE 87 84 89 260
4MAS 52 45 70 167
5SIN 41 43 71 155
6PHI 26 47 68 141
7MYA 11 23 28 62
8LAO 9 7 35 51
9CAM 4 11 20 35
10TLS 1 1 4 6
11BRU 0 2 7 9
TOTAL 478 475 613 1566

Harga Tiket Final Indonesia vs Malaysia

Jakarta, 20 November 2011 - Untuk menyambut pertandingan sepak bola final di SEA Games 2011 yang akan terlaksana pada Senin, November 21, 2011, pertandingan antara Indonesia dan Malaysia, tercantum di bawah adalah harga resmi untuk tiket dirilis oleh INASOC:

VVIP: Rp. 1.000.000, -

VIP Barat: Rp. 750.000, -

VIP Timur: Rp. 500.000, -

Kategori 1: Rp. 200.000, -

Kategori 2: Rp. 100.000, -

Kategori 3: Rp. 50.000, -

Kategori 4: Rp. 25.000, -

Penyesuaian untuk harga tiket hanya berlaku untuk VVIP Kelas, VIP Timur Wing, yang mendapat dua kali lipat dengan harga sebelumnya, VIP Barat Harga Wing meningkat sebesar Rp. 400.000, -, dan juga harga kategori pertama meningkat sebesar Rp. 50.000, -, selain itu, harga tiket untuk sisa kelas, Kategori 2, kategori 3 dan kategori 4 yang tetap sama.

  "Kami mendorong seluruh masyarakat untuk menunjukkan dukungan mereka untuk tim nasional kita selama 2011 SEA Games dengan datang untuk menonton pertandingan hidup dari tempat tersebut, karena dalam setiap jenis pertandingan di SEA Games, termasuk sepak bola, kita sedang bekerja di cara terbaik yang kita bisa untuk mengelola masing-masing dan setiap pendukung untuk memiliki akses yang sama dalam mendapatkan tiket untuk permainan, baik melalui counter resmi atau secara online, "jelas Agus Mauro-Manager tiket INASOC.

Senin, 14 November 2011

Indonesia Sementara Pimpin Perolehan Medali Sea Games

Indonesia memimpin perolehan medali Sea Games dengan perolehan medali 57 emas 46 perak dan 36 perunggu. Dan disusul Thailand dengan perolehan medali 35 emas 26 perak dan 33 perunggu. Sedangkan Vietnam berada di posisi ketiga dengan perolehan medali 26 emas 29 perak dan 35 perunggu.




RD: Thailand Layak Dapat Kartu Merah

Pelatih Indonesia, Rahmad Darmawan, menilai pemain Thailand layak mendapat kartu merah dalam laga penyisihan grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 13 November 2011. 
“Saya kira ini pertandingan internasional. Semua bisa terjadi dan itu sungguh wajar. Thailand mendapat kartu merah langsung itu wajar,” ujar Rahmad Darmawan saat konferensi pers.
“Seandainya Andik tidak dipotong, dia bisa langsung penetrasi ke gawang lawan. Ini pertandingan siaran langsung, silakan lihat sendiri dari rekaman kalau tidak percaya,” lanjutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Thailand mendapat dua kartu merah. Wasit mengganjar kartu merah langsung Ekkasit Chaobut saat dia mengganjar keras Andik Vermansyah pada menit ke-74. Sebelumnya, pada menit ke-11 Theeraton Bunmathan diusir wasit karena mendapat kartu kuning kedua.
Indonesia sukses meraih kemenangan 3-1 saat menghadapi Thailand. Hasil ini membuat Indonesia memastikan lolos ke babak semifinal sedangkan Thailand harus angkat koper.
Perjuangan Tim Merah Putih meraih kemenangan sempat mendapat perlawanan dari Thailand saat Ronnacahai Rangsiyo mencetak gol lewat penalti pada menit ke-50. “Dalam pertandingan tadi kami juga mendapat penalti dan itu juga saya rasa wajar,” kata Rahmad.

Persela Lamongan Lebih Suka Pemain Asing

Persela Lamongan masih belum puas dengan kekuatan lini depan mereka. Laskar Joko Tingkir akan mencari satu striker lagi untuk menambah ketajaman serangan.

Asisten Pelatih Persela, Didik, menjelaskan klubnya hanya berminat pada pemain asing. "Kami memang tidak memilih pemain lokal. Dalam kompetisi panjang harus mempunyai pemain yang kuat fisiknya. Jadi yang bidikan kami pemain asing,” kata Didik.

Ada kendala yang menghadang jika Persela ingin merekrut satu tambahan pemain asing lagi. Kini mereka sudah punya empat yakni Roman Golian (Slovakia), Gustavo Lopes (Argentina), Gustave Bahokhen (Kamerun) dan Satoshi Otomo (Jepang).

"Kami mulai mencari jika nanti ada perubahan kebijakan menjadi lima pemain asing," kata Asisten Manajer Persela, Abriadi, kepada VIVAnews.com, Senin, 14, November, 2011.

Satu tambahan striker diproyeksikan untuk melapis Satoshi. Saat ini Persela sedang ada di Bali untuk mengadakan pemusatan latihan. Mereka akan menghadapi semifinal Inter Island Cup (IIC) 24 November mendatang.

Taekwondo Indonesia Tambah 2 Medali Emas

Dua taekwondoin Indonesia, Fransisca Valentina dan Basuki Nugroho berhasil menyabet medali emas Taekwondo SEA Games XXVI yang berlangsung di Gedung Olahraga POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Senin 14 November 2011. Dari lima medali emas yang diperebutkan hari ini, Indonesia yang turun di empat kategori nomor, mendapat dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dua tambahan medali emas untuk kontingen Indonesia tersebut disumbangkan Fransisca Valentina yang turun di nomor -46 kg putri, dan Basuki Nugroho yang turun di nomor -87 kg putra. Sedangkan satu medali perak yang didapat hari ini, diraih Siska Permata Sari yang turun di nomor -53 kg putri. Tambahan medali perunggu disumbangkan Ahmad Nabil M Faqih yang turun di nomor -54 kg putra.

Dengan tambahan dua emas, satu perak, dan satu perunggu tersebut, hingga hari ketiga penyelenggaraan Taekwondo, kontingen Indonesia telah berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Di babak final, Fransisca Valentina yang turun di nomor -46 kg putri bertemu dengan taekwondoin Malaysia, Nurul Asfahlina. Fransisca yang sebelumnya sempat bertemu dan mengalahkan Nurul di ajang Asian Games 2010 terlihat tidak begitu kesulitan mengatasi lawan yang sudah dikenalnya itu. Fransiska menang dengan skor 8-2.

Sementara itu, Basuki Nugroho yang turun di nomor -87 kg putra harus beberapa kali mendapat perawatan medis sebelum mengandaskan taekwondoin Filipina, Jose Anthony Soriano dengan skor 7-2. Basuki yang kali kedua mendapatkan emas di ajang SEA Games tersebut mengatakan, medali emas yang diraihnya hari ini merupakan medali terakhirnya di ajang pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Dua taekwondoin lainnya, Siska Permata Sari yang turun di nomor -53 kg putri dan Ahmad Nabil M Faqih yang turun di nomor -54 kg putra harus mengakui keunggulan atlet-atlet Thailand yang menjadi lawan-lawannya. Siska dikalahkan Sarita Phongsri di babak final, sementara Nabil harus tersingkir di semifinal saat bertemu Chutcawal Khawlaor yang merupakan juara dunia WTF Championship 2011.

Tim Bulutangkis Putri Gagal Raih Emas

Tim bulutangkis putri Indonesia gagal meraih emas dalam SEA Games XXVI. Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-3.

Pertandingan antara kedua negara ini berlangsung ketat dalam setiap partai. Pada partai pertama, tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Buranaprasertsuk Porntip lewat pertarungan tiga set 21-17, 11-21, 21-16.

Partai ini sudah berlangsung ketat sejak set pertama. Setelah susah payah unggul di set pertama, Lindaweni tertinggal jauh pada set kedua dan ketiga.

Indonesia sanggup membalas di paetai kedua. Pasangan Anneke Feinya Agustine/Nitya Khrisinda Maheswari mengalahkan Aroonkesorn Duanganog/Voravichitchaekul Kunchala dua set langsung 22-20, 21-9.

Meskipun unggul dua set, perjuangan pasangan Indonesia ini tidak dilalui dengan mudah. Di set pertama, terjadi kejar mengejar skor sampai deuce. Anneke/Nitya akhirnya tampil cukup nyaman pada set kedua dan bisa unggul telak 21-9.

Pertarungan ketat kembali terjadi di partai ketiga. Kali ini tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon sanggup mengalahkan Adrianti Firdasari lewat

pertandingan tiga set, 21-8, 19-21, 21-19. Di set pertama, Ratchanok bisa unggul jauh atas Firdasari. Kejar mengejar skor terjadi di set kedua dan ketiga, sehingga tercipta skor yang sangat ketat.

Pada partai keempat, pasangan Thailand, Amitrapai Savitree/Thoungthongkam Saralee sanggup mengalahkan Vita Marissa/Liliyana Natsir 19-21, 21-16, 23-22. Pertandingan ini juga berlangsung ketat sejak set pertama.

Vita/Liliyana sanggup unggul pada set pertama. Pertandingan berlangsung menegangkan pada set ketiga. Pasangan Thailand akhirnya unggul 24-22. Dengan demikian, tim bulutangkis putri harus puas dengan raihan medali perak, sedangkan Thailand meraih emas.

Gulat Indonesia Raih 2 Emas

Cabang gulat langsung menyumbang dua emas pada hari pertama pertandingan SEA Games di Lapangan Gulat Dekranasda Jakabaring, Palembang, Senin 14 November 2011. Dua emas itu datang dari Rustang dan Aliansyah.

Dari lima nomor yang dipertandingkan hari ini, Indonesia sukses menyabet 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Rustang merebut emas dari kelas 66 kg dengan mengumpulkan 10 poin. Perak direbut atlet Vietnam, Tran Van Tuong dengan 7 poin, sedangkan perunggu milik atlet Thailand, Oomchompoo, dengan 4 poin.

Emas Indonesia lainnya direbut Aliansyah dari kelas 50 kg dengan 11 poin. Aliansyah mengungguli atlet Vietnam, Ta Ngoc Tan (8 poin), dan pegulat Kamboja, Nuth Sophol (4 poin).

Aliansyah mengaku sudah percaya diri bisa merebut medali emas ini. Terlebih sejak dirinya dilatih oleh pelatih asal Rumania, Aurel Cimpoeru.

"Sejak dilatih pelatih dari Romania saya mengalami peningkatan dan ini terbukti saya bisa juara di negara sendiri. Ini berkat kerja keras seluruh pelatih," ujar Aliansyah.

Rabu, 12 Oktober 2011

Janu Depak Kim Yang Ho dari Persela

Pelatih baru Persela Lamongan, Miroslav Janu, memutuskan untuk mendepak pemain asal Korea Selatan, Kim Yang Ho. Padahal, Kim sempat masuk dalam daftar pemain yang akan direkrut oleh manajamen Laskar Joko Tingkir.

Menurut Sekretaris Tim Persela, Muji Santoso, permainan Kim tidak sesuai dengan keinginan Janu. Karena itu, pelatih asal Republik Ceko tersebut melepasnya. Menurut Muji, Kim saat ini sudah tidak berada di Lamongan lagi.

"Benar Kim Yang-ho sudah tidak bergabung dengan kami,” jelas Muji Santoso kepada VIVAnews.com, Selasa, 11 Oktober 2011. "Dia pergi karena tidak sesuai dengan harapan pelatih Persela yang baru," lanjutnya.

Kim merupakan pemain yang direkomendasikan oleh pelatih Persela sebelumnya, Eduard Tjong. Namun, setelah Persela mendepak Eduard, Kim pun bernasib sama. Janu yang masuk menggantikan Eduard tidak tertarik dengan skill Kim.

Di bawah kendali Janu, Persela baru memiliki dua pemain asing, yakni Gustavo Lopes (Argentina) dan Roman Golian (Slovakia). Lopes adalah pemain Persela musim lalu, sedangkan Roman adalah mantan pemain Janu di Arema. 

Persela Rekrut Mantan Bek Arema

Bek Roman Golian akhirnya resmi bergabung dengan Persela Lamongan. Pemain asal Slovakia ini telah memikat hati pelatih Persela, Miroslav Janu.

Sekretaris Persela Lamongan, Muji Santoso, membenarkan kabar terkait bergabungnya mantan pemain Arema, Golian. Dari enam pemain asing yang ikut seleksi, hanya Golian dan Gustavo Lopes yang bergabung."Ya penentuannya Golian yang gabung kami," jelasnya.

Sedangkan Gustavo Lopes, memang datang ke Indonesia untuk membala Persela Lamongan dalam Liga Indonesia yang rencanannya akan digelar pada 15 Oktober mendatang. "Kalau Gustavo memang ingin bergabung dengan kami. Dan sebaliknya kami juga menginginkannya," kata Muji.

Sebelumnya, ada enam pemain asing yang mengikuti seleksi di Stadion Surajaya Lamongan. Seleksi langsung dilakukan oleh pelatih Janu. Keenam pemain asing itu adalah mantan ujung tombak Persela, Marcio Saoza, Luis Pena (Chile), Vagner Luis De Oliveira Marins (Brasil), dan dua pemain asal Slovakia, Roman Golian dan Rolan Sletcho, serta mantan striker Persela Lamongan, Gustavo Lopes.

Dari keenam pemain asing itu,  hari ini Persela telah menentukan dua pemain yang dipilih, yakni Roman Golian, dan Gustavo Lopes. Dan tak kalah pentingnya, Persela juga menyunting pemain lokal, Rudi Widodo.

Jumat, 29 Juli 2011

Mimpi Tampil Di Piala Dunia Kembali Dirajut Timnas Indonesia

Mimpi tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil pun kembali dirajut. Apalagi, Indonesia pernah punya rekam jejak di pentas sepakbola tertinggi di Planet Bumi itu.

Dutch East Indies atau Hindia Belanda tampil di Piala Dunia Prancis 1938. Hindia Belanda lolos ke putaran final tanpa susah payah. Di babak kualifikasi, India yang menjadi lawan tanding Indonesia mengundurkan diri.

Perjalanan Indonesia sesungguhnya dimulai di Kualifikasi Piala Dunia Swedia 1958. Saat itu karena peserta tak terlalu banyak, zona Afrika (CAF) dan Asia (AFC) digabung. Awalnya, zona ini akan diikuti 12 negara. Namun, FIFA menolak keikutsertaan Ethiopia dan Korea Selatan. Akhirnya, 10 negara mengikuti Pra Piala Dunia zona CAF/AFC dengan format home-away.

Indonesia memulai perjalanan di babak prakualifikasi menghadapi Taiwan. Namun, Taiwan akhirnya mengundurkan diri sehingga secara otomatis Indonesia melaju ke babak pertama.

Di babak I, Indonesia berada di grup 1 bersama China dan Hong Kong. Hong Kong mengundurkan diri sehingga Indonesia tinggal bertanding melawan China.

Menghadapi China di Jakarta, 12 Mei 1957, Indonesia sanggup menang dengan skor 2-0. Ramang menjadi bintang dalam pertandingan ini lewat dua golnya. Salah satu gol pemain ini dicetak secara spektakuler lewat tendangan salto.

Pertandingan kedua digelar di Beijing, 2 Juni 1957. Kali ini, meskipun Ramang kembali mencetak dua gol, Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 4-3.

Saat itu belum ada peraturan agregat gol. Kedua tim sama-sama mengemas satu kemenangan dan memiliki poin sama. Pertandingan selanjutnya pun dilangsungkan di tempat netral. Dalam pertandingan yang berlangsung di Rangoon, Birma, 23 Juni 1957, pertandingan berakhir imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu selesai. Karena saat itu belum mengenal adu penalti, Indonesia pun melaju ke babak II dengan keunggulan selisih gol.

Polemik terjadi di babak II. Indonesia harus satu grup dengan Israel, Sudan dan Mesir. Indonesia yang tidak mengakui kedaulatan negara Israel dengan tegas menolak bertanding melawan negara tersebut.

Sebelumnya, Indonesia sudah meminta agar bertanding di tempat netral dan tanpa menyanyikan lagu kebangsaan Israel, namun usul ini ditolak oleh FIFA. Indonesia pun akhirnya mengundurkan diri. Hal yang sama dilakukan Sudan dan Mesir sebagai bentuk solidaritas.
Habis sudah mimpi Indonesia berlaga di Piala Dunia. Kini, 53 tahun berselang, mimpi tampil di Piala Dunia kembali dirajut Tim Merah Putih.

Bekuk Turkmenistan, Timnas Indonesia Masuk 20 Besar Asia

Kemenangan atas Turkmenistan ini membuat Indonesia masuk dalam deretan 20 besar negara-negara Asia. Mimpi bertemu dengan Macan-macan Asia pun boleh dilahirkan kembali setelah Tim Merah Putih melaju ke babak 3 Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Meski demikian, langkah Tim Garuda menuju putaran final di Brasil masih cukup jauh.

Indonesia bernasib mujur tidak perlu melewati babak pertama PPD 2014 zona Asia. Tim Merah Putih dinyatakan berhak lolos ke babak kedua tanpa bertanding setelah berada pada peringkat 6 hingga 27 di kawasan Asia.

Sebanyak 15 pemenang dari babak 2 akan bergabung dengan 5 tim yang telah lolos tanpa bertanding, Jepang, Australia, Korea Selatan, Korea Utara dan Bahrain. Kelimanya adalah penghuni peringkat 1-5 dan menjadi unggulan utama Asia.

Ke-20 tim ini akan dibagi ke dalam lima grup. Undian pembagian grup akan digelar di Marina da Glória di Rio de Janeiro, Brasil pada 30 Juli 2011. Dua tim teratas masing-masing grup selanjutnya dinyatakan lolos ke babak IV.

10 tim ini akan dibagi dalam dua grup. Juara dan runner up grup akan lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2014.

Sedangkan dua tim yang berada di posisi 3 masing-masing grup akan diadu lagi. Pemenangnya akan mengikuti babak playoff dengan peringkat 4 zona Concacaf (Amerika Utara dan Tengah), atau peringkat 5 Conmebol (Amerika Selatan), atau peringkat 1 OFC (Oseania), tergantung hasil undian nanti. Pemenangnya berhak lolos ke PD 2014.

Bekuk Turkmenistan, Indonesia Masuk Putaran Ketiga Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia

Kemenangan tipis atas Turkmenistan pada laga leg 2 Prakualifikasi Piala Dunia 2014 memberikan nafas baru bagi tim nasional Indonesia di antara kegagalan demi kegagalan dan keributan di PSSI. Mimpi pun dirajut kembali.

Indonesia mengungguli Turkmenistan 4-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis malam, 28 Juli 2011. Tim Merah Putih unggul agregat 5-4 setelah bermain imbang 1-1 di Ashgabat pada leg 1.

Pemain naturalisasi, Cristian 'El Loco' kembali menjadi pahlawan dengan dua golnya di menit 10 dan 18. Pemain berdarah Uruguay ini menunjukkan permainan heroik. Mengguncang Senayan, membangkitkan animo suporter Merah Putih seperti di Piala AFF 2010.

Permainan Timnas yang fondasinya dibangun oleh Alfred Riedl dan kini diteruskan Wim Rijsbergen begitu apik hampir di seluruh waktu laga. Si Hijau Turkmenistan nyaris tak pernah diberi kesempatan untuk bernafas. Sayangnya, penyakit lama Timnas kambuh, kedodoran di akhir-akhir pertandingan sehingga kecolongan dua gol di menit 82 dan 86.

Padahal, Boaz Solossa telah menciptakan alur serangan bergelombang bagi Timnas. Pemain belakang Muhamad Nasuha pun ikut-ikutan maju karena lini pertahanannya aman dari gangguan Turkmenistan. Hebatnya, Nasuha ikut mencetak gol indah bagi Timnas di menit 43. Keunggulan Timnas dilengkapi gol keempat yang dicetak Muhamad Ridwan di menit 76.

Pemilihan pemain yang dilakukan Wim dibantu asistennya Rahmad Darmawan begitu tepat. Problem Wim yang hanya punya waktu relatif 10 hari mempersiapkan tim, diberi solusi oleh peran Rahmad.

Pelatih sukses di pentas sepakbola Indonesia ini sangat membantu karena sangat mengenal para pemain Timnas. Sebagian besar pemain Timnas pernah ditangani Rahmad di beberapa klub. Pemilihan pemain yang tepat oleh Rahmad memudahkan Wim merumuskan strategi jitu bagi Timnas.

Siapa sangka, Muhamad Ilham yang sejak 2009 tak pernah berkostum Merah Putih kembali tampil apik ketika dimainkan. Kiper Ferry Rotinsulu tampil dingin di bawah mistar. Boaz pun menunjukkan kualitasnya sebagai striker terbaik di Tanah Air.

Kemenangan ini telah diprediksi oleh mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl. Meski baru saja dipecat dari jabatannya oleh PSSI, Riedl  masih mau memberikan prediksinya. Pelatih asal Austria ini sangat yakin Firman Utina cs mampu meladeni perlawanan Turkmenistan, meski tebakannya tak 100% tepat.

"3-0 sure, I believe it (Saya yakin Indonesia menang 3-0)," ujar Riedl singkat kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan PSSI di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis 28 Juli 2011.

Riedl tahu pasti kapasitas mantan tim asuhannya itu. Karena ia yang meletakkan fondasi permainan Tim Merah Putih, meski kini tim itu dilatih oleh Wim Rijsbergen. Pelatih anyar hanya punya waktu sekitar 10 hari mempersiapkan Timnas. Sedangkan Riedl telah setahun menukangi Tim Merah Putih.

Hanya, 10 hari persiapan yang dimiliki Wim terlihat dalam 10 menit terakhir. Timnas kedodoran dan kecolongan 2 gol. Persiapan minim ini membuat Timnas nyaris gagal lolos jika Turkmenistan mampu menyamakan kedudukan. Beruntung, waktu tambahan 4 menit tak mampu dimanfaatkan Turkmenistan. Dan Wim pasti tak ingin hal ini terjadi kembali pada pasukannya di masa depan. Ia tahu apa yang harus dilakukan.

Apapun, kemenangan ini seperti meniupkan nafas baru bagi Tim Merah Putih setelah kegagalan menjadi juara AFF. Kegagalan yang menyesakkan di antara euforia luar biasa di seluruh penjuru Tanah Air saat itu. Optimisme tinggi akan mengangkat Piala AFF, berubah kegagalan dalam beberapa hari.

Apalagi, setelah itu PSSI dilanda gonjang ganjing pemilihan Ketua Umum. Dua kali Kongres di Pekanbaru dan Jakarta kacau sehingga pemilihan Ketum harus sampai pada tiga episode. Beruntung, episode 3 di Solo berakhir mulus dan melahirkan Djohar Arifin Husin sebagai Ketum PSSI yang baru.

Kini bersama Djohar, PSSI coba kembali membangun prestasi Timnas. Di pundak Djohar cs pula beban berat menunggu untuk diangkat dan disingkirkan.

Minggu, 17 Juli 2011

Boaz Masih Belum Ikut Latihan Timnas

Boaz Solossa masih belum hadir dalam latihan tim nasional Indonesia yang digelar Minggu sore, 17 Juli 2011 di Lapangan C Senayan, Jakarta. Striker Persipura Jayapura itu masih keletihan karena baru datang di Jakarta.

Boaz baru mendarat di Jakarta seusai liburan di Papua beberapa jam sebelum latihan timnas yang dimulai pukul 15.30 WIB. Pemain Terbaik dan Top Scorer Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini dijadwalkan berlatih dengan timnas besok pagi. Ini menjadi latihan terakhir Timnas sebelum berangkat ke Turkmenistan dalam laga Pra Piala Dunia 2014.

“Boaz baru sampai dari perjalanan. Ia akan ikut berlatih besok pagi. Apakah Boaz akan tetap dipanggil atau tidak itu tergantung pada keputusan pelatih kepala (Wim Rijsbergen),” ujar asisten pelatih Rahmad Darmawan, seusai memimpin latihan.

Dalam latihan kali ini, pelatih Wim Rijsbergen tidak hadir karena mengalami gangguan pencernaan. Latihan Timnas dipimpin oleh Rahmad. Latihan dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB.

Para pemain Timnas melakukan game ringan dalam 2x30 menit. Tim dibagi dalam dua grup yang menggunakan kostum merah dan memakai rompi kuning.

Pada game pertama, Irfan Bachdim dan Hamka Hamzah berlatih terpisah dengan berlari-lari kecil di pinggir lapangan. Kedua pemain itu mengalami cedera ringan. Pada game kedua, Irfan dan Hamka sudah ikut bermain.

“Hari ini fokus pada pemantapan strategi melawan Turkmenistan. Besok pagi latihan terakhir. Kami harus memompa psikologi pemain dan menjaga kebugaran mereka,” ujar Rahmad.

“Malam ini, akan ada rapat dengan pelatih kepala untuk menentukan 18 pemain yang akan dibawa ke Turkmenistan,” lanjutnya.

Timnas akan menghadapi Turkmenistan pada leg 2 di Ashgabat pada 23 Juli. Leg 2 akan digelar di Jakarta pada 28 Juli 2011. Tim Garuda saat ini diisi 25 pemain dan hanya 18 pemain yang dibawa ke Ashgabat.

Sabtu, 16 Juli 2011

Malaysia vs Liverpool 3-6

Pemain anyar Liverpool, Charlie Adam, berhasil mencetak gol perdana untuk The Reds saat menekuk timnas Malaysia di laga persahabatan. Liverpool berhasil menang telak dengan skor 6-3 atas tuan rumah.

Bertanding di Stadion National Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu 16 Juli 2011, Adam yang baru didatangkan Liverpool dari Blackpool pada musim panas ini berhasil membuka gol dimenit 27 lewat titik putih penalti. Penalti diberikan setelah striker The Reds, Andy Carroll, dilanggar di kotak terlarang.

Namun, di menit-menit akhir babak pertama, Malaysia mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Safiq Rahim pada menit 43. Skor sama kuat ini bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Liverpol kembali unggul di menit 69 lewat gol David N'Gog memanfaatkan kelemahan pertahanan Malaysia dalam mengantisipasi sebuah umpan silang.

Belum genap dua menit, N'Gog kembali menjebol gawang Malaysia memanfaatkan umpan cantik gelandang Italia, Alberto Aquilani. Unggul 3-1 tak membuat puas pasukan Kenny Dalglish.

Pada menit 75 giliran Maxi Rodriguez yang menjebol gawang Malaysia yang lagi-lagi memanfaatkan assists Aquilani. Namun, Malaysia sempat memperkecil ketinggalan menjadi 4-3 lewat dua gol balasan Safee Sali di menit 80 dan 82.

Di menit 90, Maxi kembali memperlebar jarak setelah sukses mencetak gol sekaligus mengubah kedudukan menjadi 5-3. Pesta gol Liverpool akhirnya ditutup oleh Dirk Kuyt di masa injury time dengan skor akhir 6-3 untuk kemenangan Liverpool.

Alasan Duel Argentina vs Uruguay Layak Final

Duel Argentina melawan Uruguay di perempatfinal Copa America dipastikan akan berlangsung panas. Bahkan ada alasan kuat untuk menempatkan duel ini bak laga final bagi kedua negara.

Dalam sejarah Copa America, Uruguay dan Argentina memang menjadi dua negara tersukses. Keduanya sama-sama mengoleksi 14 gelar sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1916. Karenanya, mereka akan saling menyingkirkan demi memburu angka 15.

Tak hanya itu, dua negara ini juga punya catatan head to head yang sama kuat. Argentina 13 kali mengalahkan Uruguay namun juga 13 kali ditekuk Uruguay. Dengan kata lain, pemenang laga ini akan menegaskan siapa yang mendominasi dalam sejarah pertemuan dua tim tersebut.

"Pertandingan ini akan menarik seluruh penjuru dunia. Kedua negara punya 14 gelar dan pemenang akan terus bertahan untuk memenangkan yang ke-15," ujar striker veteran Uruguay, Sebastian Abreu, seperti dilansir yahoosport.
Selain catatan sejarah di atas, kedua negara juga punya tambahan semangat untuk mengangkat trofi termegah di Amerika Latin itu. Sebab, baik Argentina maupun Uruguay telah lama tak merasakan gelar ini.

Uruguay terakhir kali mengangkat trofi Copa America pada 1995. Argentina bahkan lebih lama,  terakhir kali Tim Tango mengangkat trofi ini pada 1993. Namun,  pada pertemuan terakhir yakni di Copa America 2002 di Peru, Argentina berhasil menekuk Uruguay 4-2.

Argentina memang sedikit diunggulkan dari tim besutan Oscar Tabarez. Selain menyandang status sebagai tuan rumah, Argentina juga punya pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi. Hal itu juga disadari para pemain Uruguay.

"Messi dapat menciptakan banyak masalah bagi kami. Tapi senangnya, kami juga dapat melakukan banyak hal untuk mencegah Messi seperti yang dilakukan tim lain," ujar Tabarez.
Melihat pertandingan terakhir Argentina, pelatih Sergio Batista sepertinya akan kembali menurunkan striker Gonzalo Higuain sebagai starter. Terbukti, masuknya striker Real Madrid ini mampu membuat Messi lebih nyaman bermain sebagai playmaker saat Argentina menekuk Kosta Rika 3-0 di penyisihan Grup A. Urugay sendiri datang sebagai jawara Grup C.

Latihan Perdana Timnas Indonesia

Setelah Piala AFF 2010 lalu, tim nasional Indonesia senior kembali menggelar latihan jelang Pra Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan, Jumat 16 Juli 2011. Pelatih anyar, Wilhemus 'Wim' Gerardus Rijsbergen, hanya memantau latihan perdana tersebut.

Justru asisten pelatih Rahmad Darmawan yang memimpin jalannya latihan di Lapangan C Senayan, Jakarta. Wim yang baru tiba dari Belanda di hari yang sama, lebih banyak memantau jalannya latihan dari pinggir lapangan.

Baru 23 dari 25 pemain yang masuk daftar panggil Pra Piala Dunia 2014 hadir pada latihan kemarin. Dua pemain yang belum hadir adalah duo Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy dan Boaz Solossa. Justru striker Persema Malang, Irfan Bachdim, yang tidak ada dalam daftar panggil, mengikuti latihan kemarin.

Ini adalah kali pertama timnas Indonesia senior melakukan latihan sejak Piala AFF 2010 lalu dan di bawah pengurus PSSI yang anyar. Selain itu ini adalah latihan pertama sejak Alfred Riedl didepak. Timnas Indonesia dijadwalkan bertemu Turkmenistan pada leg pertama Pra Piala Dunia 2014 zona Asia pada 23 Juli di Ashgabat. Lima hari kemudian giliran Indonesia yang akan menjamu Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Rating for my blog